Surakarta, 23 April 2026 — Bertempat di Pendopo Kelurahan Manahan, Surakarta, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan peningkatan kesadaran generasi muda dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif).
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Dra. Lina Mayanti Harahap, MM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya upaya bersama dalam melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba yang bersifat destruktif.
“Penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan gerakan peningkatan penyadaran terhadap penyimpangan perilaku remaja serta pentingnya pencegahan peredaran gelap narkoba,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa program penanggulangan penyalahgunaan narkoba memerlukan dukungan dari semua pihak. Hal ini mengingat tren penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja yang terus meningkat. Bahkan berdasarkan data, rata-rata sekitar 50 orang meninggal dunia setiap hari akibat penyalahgunaan narkoba, yang sebagian besar merupakan usia muda.
Selain itu, bahaya lain yang mengintai adalah penyebaran penyakit HIV dan AIDS, yang salah satunya dapat terjadi melalui penggunaan narkoba dengan jarum suntik secara bergantian. Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kini telah menjadi isu krusial, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara di dunia. Hampir semua lapisan masyarakat dan generasi telah terdampak oleh persoalan ini.
Dalam konteks perkembangan remaja, dijelaskan bahwa masa remaja identik dengan solidaritas tinggi terhadap kelompok sebaya. Hal ini dapat menjadi potensi positif apabila berada dalam lingkungan yang baik, karena mampu mendukung pembentukan karakter, identitas diri, serta keterampilan sosial.
Melalui kegiatan ini, DISPORA Jateng mengajak generasi muda untuk menjadi agen perubahan dengan menolak narkoba serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
“Generasi muda harus berani mengatakan tidak pada narkoba, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral seperti menghormati guru, orang tua dan menyayangi sesama. Itu adalah sikap yang keren dan membanggakan,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan generasi muda Jawa Tengah yang sehat, berkarakter dan berdaya saing.
#NgopeniNglakoniJateng
#PemudaMaju
#PemudaBerkarya
#PemudaJateng
.png)





-Logo.png)
.png)

